Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis
  • 11

    Aug

    Pelet Bunga Kantil

    untuk engkau yang kupuja yang melangkah di kantil melati lekaslah mekar membuka hati yang menjadi keinginan ini menjadi kuntum kekasih hati menyatukan rasa cinta yang ada untuk kelahiran asmara di dunia aku bersedia terinjak di setiap langkahmu berusaha meringkas waktu dibungkus kain putih membiru tuk menangkap sudut senyummu walaupun ternyata bukan jalan lurus bertabur bunga namun itulah utama kau hanya menjadi milikku saja Kinanthi Anggraini, lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Januari 1989. Dia meraih gelar pada ajang Puisi Favorit Nasional pilihan Poetry Pairie (2014). Kini sebagai mahasiswi Pascasarjana Pendidikan Sains, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
    Read More
  • 6

    Aug

    Malam Seribu Bulan

    Aku menantikanmu di setiap malam Ramadhan maklum, usiaku mungkin tak sampai hari esok atau usia yang kutinggal penuh dengan keburukkan berikan sebuah malam yang dapat menggantikan perjalanan usiaku Malam seribu bulan akankah kudapatkan sementara aku tertidur pulas bertamasya jauh tanpa mengajak-Mu, tuhan dalam kesenangan sesaat dan pasti berakhir tatkala terbitnya fajar Tuhan, aku merindukan malam yang Kau janjikan namun kenapa tak bisa kuterjaga menguntai tasbih mengitari rakaat-rakat dan merebahkan diri pada sulaman ka’bah sembari meneteskan air mata mengharap magfirah-Mu Berikan malam seribu bulan meskipun hanya sekali dalam seumur hidupku biarkan kuterjaga mengintai malam itu karena ku tak tahu bila esok matahari terbitnya dari barat
    Read More
  • 15

    May

    Tragedi Dini Hari

    Ketika kokok ayam memanggil fajar Membukakan pintu hari Dan seketika tubuh berbunyi Akankah mata segera terbuka Mengucapkan salam pada bintang Yang segera akan tenggelam Atau kembali menutup selimut Menjauhi Tuhan dalam mimpi Dengan mendapatkan surga Sebatas mimpi pula
    Read More
  • 6

    Feb

    Tuhan Maafkan Cintaku

    Andai aku mampu untuk mencintai-Mu, Tuhan Tentu tak seberapa besarnya cinta-Mu, untukku Aku masih saja begini Sibuk mencari cinta-Mu Dari masyrik hingga maghrib Semua adalah cinta-Mu Hingga kata cinta yang kutulis inipun masih milik-Mu Entah kapan Aku bisa memberi cinta Yang serupa pada-Mu, Tuhan Bila setiap detikpun waktu adalah milik-Mu Bila setiap desah napasku Kau yang mendenyutkannya Aku berjalan pada pagi, siang, senja hingga malam Itupun pada cinta milik-Mu Rasanya tak ada milikku yang Kau berikan bukan atas nama cinta Tuhan,maafkan cintaku Mungkin aku tak bisa memberikan cinta seperti-Mu Mungkin hanya dengan sujud dan ruku itu Itulah cintaku
    Read More
  • 10

    Aug

    Ramadhanku

    Ah hampir saja aku lupa Kalau saja nyonya di mobil mercy tadi tidak berkata ; ‘Ini untukmu, untuk menyempurnakan ibadah puasaku besok’ sambil dilemparkannya selembar uang kertas yang masih bau kantoran Ah Tuhan Akupun tersungkur memuji-Mu TelahKau pilihkan bulan Dimana oranglain bisa turut merasakan lapar seperti yang selalu hamba rasakan
    Read More
  • 17

    Feb

    PUISI : PESAN TERAKHIR GUGURNYA DAUN

    Bila daun dengan daun bergesek maka bunyi yang terdengar simfoni tanpa orkestra kita hanyut menikmati sepoi angin sementara daun-daun berguguran tanpa tahu terkubur di mana Kita hanya tahu gurat pada daun sebagai jejak usia dan kering pertanda kematian menunggu giliran angin bertiup yang menggugurkannya Dalam pesan terakhirnya gugurnya daun meminta diri untuk tidak menjadi sampah
    Read More
  • 16

    Feb

    PUISI : ALUN PERPISAHAN

    Dalam keremangan tersimpan lara Jiwapun terpenjara dalam duka Sepakat rembulan yang tenggelam Merayap dinatara kisi-kisi hati kelabu Langkah terayun meniti cita Melintasi jalan hidup yang tersisa Menemanidesah perpisahanDiiringi Diiringi deraian air mata Kala angin mengalun lembut Ada gema dalam kalbu Mengajak melangkah bersama Dalam nada persahabatan Harikemarintelah berganti Hari inipun akan tenggelam Meninggalkan sekeping memori Menghiasai rona perpisahan Permataku … sahabat hati Disana terbentang harapan Hari esokpun telah menanti Raihlah!! seiring do’a kami
    Read More
-

Author

Maman Jovi Malmsteen
@mamanmalmsteen
Blogger & Content Writer

Search

Recent Post