Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Kiat Menjaga Kesehatan Selama Puasa Ramadan

21 Jun 2015

Kiat Menjaga Kesehatan Selama Puasa Ramadan - Puasa Ramadan mewajibkan kaum Muslim untuk tidak makan dan minum sejak Subuh hingga Maghrib, yaitu kurang lebih 12 hingga 14 jam. Hal itu menyebabkan kesempatan makan dan minum terbatas. Agar tetap sehat dan bugar, pola makan dan pola aktivitas fisik haruslah disesuaikan dengan keadaan tersebut.

Pengaturan pola makan saat puasa Ramadan bertujuan agar kebutuhan tubuh akan zat gizi tetap terpenuhi. Karena keterbatasan waktu yang tersedia, kebutuhan energi selama puasa tidak akan bisa terpenuhi seperti saat tidak puasa, artinya akan terjadi defisit energi. Akibatnya, berat badan akan turun.

Penurunan berat terjadi mulai minggu pertama Ramadan sampai dengan minggu ketiga. Pada minggu pertama, berat badan akan turun sekitar 1,5 kg, pada minggu kedua 1 kg, minggu ketiga 0,5 kg, dan minggu keempat berat badan tidak akan turun lagi.

Meskipun kebutuhan energi defisit, haruslah diupayakan agar kebutuhan protein, vitamin, dan mineral dapat tercukupi.

Inilah kiat menjaga kesehatan selama puasa Ramadan!

Saat berbuka

1. Menurut hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Anas RA, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan beberapa ruthab, bila tidak ada beliau membatalkannya dengan thamr, dan kalau tidak ada dengan segelas air putih. Ruthab adalah kurma yang matang di pohon dan masih segar. Sebagai pengganti ruthab, di Indonesia, membatalkan saum dapat dilakukan dengan mengonsumsi buah berair banyak. Buah tersebut sebaiknya diblender dengan menggunakan sedikit gula (setengah sendok teh) atau dengan pemanis buatan. Jika tidak diblender, sebaiknya buah dikunyah dengan perlahan hingga lembut, baru minum air dengan santai. Dengan cara itu, kita akan mendapatkan vitamin dan mineral dari buah-buahan secara optimal dan kenaikan gula darah tidak terlalu cepat.

2. Setelah itu, sebaiknya tidak langsung makan berat tetapi didahului dengan salat Magrib dan dilanjutkan dahulu dengan wirid pendek. Tujuannya agar saluran cerna memiliki waktu untuk beradaptasi dahulu setelah 14 jam berpuasa.

3. Selanjutnya makan 4 sehat, yaitu yang mengandung 4 golongan bahan makanan sebagai berikut:

  • Bahan makanan sumber karbohidrat: beras, gandum, jagung, kentang
  • Sumber protein hewani: daging, ikan, ayam, dan telur
  • Sumber protein nabati atau kacang kacangan seperti tahu, tempe, kacang merah dan kacang tanah
  • Sumber vitamin, mineral, dan serat: sayuran dan buahan.

4. Setelah makan 4 sehat, bagi yang merasa berat badannya berlebih sebaiknya tidak mengonsumsi lagi makanan apa pun kecuali minum air bening minimal 5 gelas. Apabila tidak ingin berat badan turun terlalu banyak selama Ramadan, sebelum Isya mengonsumsi makanan yang bergula dan setelah Tarawih mengonsumsi makanan apa pun yang disukai dilanjutkan dengan minum susu sebelum tidur. Mengkonsumsi makan sebelum Isya sebaiknya tidak terlalu banyak, karena akan menyebabkan rasa sangat mengantuk saat mendengarkan ceramah Tarawih dan merasa sangat lapar setelah salat Tarawih.

Saat sahur

Sahur sangat dianjurkan untuk dilakukan sebagaimana Rasulullah bersabda, “Makanlah waktu sahur. Sesungguhnya.waktu sahur menyebabkan berkah (HR Mutafaq alaih)” .

Sahur diperlukan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi yang sebagian telah dikonsumsi saat berbuka hingga tidur. Melewatkan waktu sahur akan menyebabkan defisit energi yang lebih besar serta tidak terpenuhinya kebutuhan protein, vitamin, dan mineral.

Makan sahur sebaiknya diawali dengan minum sedikit air putih, dilanjutkan dengan makan 4 sehat, lalu makan buah manis yang berair banyak, dilanjutkan minum susu, dan mengonsumsi makanan apa pun yang disukai. Agar tubuh tidak kekurangan cairan diusahakan agar selama sahur mengonsumsi 3 gelas air.

Pola aktivitas fisik

Aktivitas fisik rutin sebaiknya terus dilanjutkan sebagaimana biasa saat saum atau puasa. Tidur terlalu banyak akan menyebabkan rasa lesu saat berpuasa. Kadar gula darah akan semakin turun di siang hari dan mencapai titik terendah sekitar pukul 14.00 - 15.00. Saat itulah tubuh akan berusaha memenuhi kebutuhan gula darah dengan memecah lemak dan sebagian kecil otot.

Agar tubuh tetap bugar, saat itu aktivitas fisik perlu dilakukan. Aktivitas fisik yang dianjurkan adalah olah raga ringan seperti jalan santai, aktivitas rumah tangga seperti menyiram tanaman, persiapan memasak, dan lain-lain. Aktivitas fisik yang dilakukan akan memicu proses yang disebut glukoneogenesis sehingga ketersediaan gula darah akan terjaga di dalam tubuh. Oleh karena itu, ngabuburit akan menyebabkan tubuh terasa lebih bugar dan tidak terasa waktu magrib menjelang.

Silakan kunjungi : Jendela Informasi dan Warta IPTEK


TAGS Puasa Ramadan Kesehatan Sahur Buka


-

Author

Maman Jovi Malmsteen
@mamanmalmsteen
Blogger & Content Writer

Search

Recent Post